{ads}

Operasi Hitung Bilangan Bulat Materi SD Kelas IV

Operasi hitung bilangan bulat merupakan kompetensi dasar yang diajarkan pada anak sekolah dasar (SD) yang mana operasi ini merupakan pondasi pemahaman awal dalam matematika sehingga akan membantu sobat dalam mnyelesaikan PR atau pemecahan masalah lainnya. Nah, kira-kira apa saja yang akan kita bahas kali ini dalam operasi hitung bilangan bulat, berikut akan kami jelaskan serta berikan contoh agar sobat dapat dengan mudah memahami.

1. Sifat Operasi Hitung

  • Sifat Pertukaran (Kumulatif)

  • Penjumlahan
    a + b = b + a
    = 33 + 29 = 29 + 33 = 62
    Perkalian 
    a x b = b x a
    = 12 x 5 = 5 x 12 = 60

  • Sifat Pengelompokan (Asosiatif)

  • Penjumlahan
    (a + b) + c = a + (b + c)
    =(15 + 5) + 4 = 15 + (5 + 4) = 14
    Perkalian 
    (a x b) x c = a x (b x c)
    = (10 x 2) x 4 = 10 x (2 x 4) = 9 = 80

  • Sifat Penyebaran (Distributif)

  • Perkalian terhadap penjumlahan
    a x (b + c) = (a x b) + (a x c)
    = 4 x (10 + 2) = (4 x 10) + (4 x 2) = 48
    Perkalian terhadap pengurangan
    a x (b - c) = (a x b) - (a x c)
    = 4 x (10 - 8) = (4 x 10) - (4 x 8) = 8

2. Bilangan Ribuan

Bilangan ribuan adalah bilangan yang terdiri dari 4 angka. Contoh seperti berikut.
Bilangan 2375
Angka
Nilai Tempat
Nilai Angka
2
Ribuan
2000
3
Ratusan
300
7
Puluhan
70
5
Satuan
5
Bilangan tersebut jika dibaca menjadi dua ribu tiga ratus tujuh puluh lima

Membandingkan dan mengurutkan bilangan

Urutan bilangan dari yang terkecil sampai yang terbesar mulai dari satuan-puluhan-ratusan-ribuan dan seterusnya. Untuk mengurutkan dan membandingkan. Untuk membandingkan dan mengurutkan bilangan dapat kita lihat masing-masing angka dari masing-masing bilangan dimulai dari nilai tempat yang paling kiri.

Contoh : Membandingkan 2798 <2698> 1698, mengurutkan 1698, 2698, 2798

Baca Juga: Angka Penting

3. Perkalian dan Pembagian Bilangan

Operasi Perkalian

  • Perkalian sebagai penjumlahan berulang
    Contoh: 5 x 25 = 25 + 25 + 25 + 25 + 25 = 125
  • Perkalian langsung (sifat kumutatif perkalian)
    Contoh: 5 x 23 = 25 x 5 = 125
  • Perkalian Bersusun
    Contoh:
Operasi Perkalian Bersusun

Operasi Pembagian

  • Pembagian Tanpa Sisa

    Contoh: 40 : 8 = 5

  • Pembagian Bersisa

    Contoh: 25 : 6 = 4 (sisa 1) = 4 1/6 (disebut dengan pecahan campuran)

4. Operasi Hitung Campuran

  • Operasi penjumlahan dan pengurangan adalah setingkat, urutan penyelesaiannya dari kiri.
    Contoh: 245 + 5 - 130 = (245 + 5) - 130 = 250 - 130 = 120
  • Operasi perkalian dan pembagian adalah setingkat, urutan penyelesaiannya dari kiri.
    Contoh: 75 : 5 x 4 = (75 : 2) x 4 = 15 x 4 = 60
  • Operasi hitung perkalian dan pembagian lebih tinggi dibandingkan perkalian dan pengurangan.

    Contoh: 187 + 42 : 7 = 187 + 7 = 194
Namun, perlu diperhatikan apabila dalam operasi hitung campuran terdapat tanda kurung, maka operasi hitung di dalamnya diselesaikan paling awal.
Contoh: (179 - 39) x 3 = 140 x 3 = 420

5. Pembulatan dan Penaksiran

  • Pembulatan Bilangan ke Satuan yang Terdekata. Jika angka tersebut kurang dari 5 (1,2,3,4) maka bilangan dibulatkan ke bawah (dihilangkan)
a. Jika angka tersebut kurang dari 5 (1,2,3,4) maka bilangan dibulatkan ke bawah (dihilangkan)

Pembulatan dan penaksiran
 b. Jika angka tersebut lebih dari 5 (5,6,7,8,9) maka bilangan dibulatkan ke atas (satuan ditambah 1)

Pembulatan dan penaksiran





  • Menaksir Hasil Operasi Hitung Dua Bilangan
    a.Taksiran atas, caranya yaitu dengan membulatkan bilangan ke atas.

    Contoh: Tentukan hasil operasi hitung 43 x 28

    43 dibulatkan menjadi 50, 28 dibulatkan menjadi 30

    Jadi taksiran 43 x 28 = 50 x 30 = 1500

    b. Taksiran bahwa, caranya yaitu dengan membulatkan bilangan ke bawah.

    Dengana contoh yang sama dengan yang di atas maka:

    43 dibulatkan menjadi 40, 28 dibulatkan menjadi 20

    Jadi taksiran 43 x 28 = 40 x 20 = 800

    c. Taksiran terbalik, caranya yaitu dengan membulatkan bilangan sesuai aturan pembulatan.

    Dengan contoh yang sama dengan di atas maka:

    43 dibulatkan menjadi 40, 28 dibulatkan menjadi 30

    Jadi taksiran 43 x 28 = 40 x 30 = 1200
  • Menaksir Harga Kumpulan Barang

    Untuk menaksir harga kumpulan barang atau operasi hitung uang dalam satuan atau lebih, dapat dilakukan dengan pembulatan sampai ribuan terdekat.

    Contoh:

    Dini dan ayahnya membeli alat tulis sekolah sebagai berikut: 3 buku, 2 pensil, dan 1 penggaris. Harga setiap barang berturut-turut yaitu buku harga Rp. 3.575, harga pensil 2.350, harga penggaris Rp. 1.750. Berapakah kira-kira Dini dan Ayahnya akan membayar di kasir?

    Jawab:

    Taksiran harga sebagai berikut:

    Buku = Rp. 3575 ditaksir menjadi Rp. 3.600 → 3 buku = 3 x Rp.3600 = Rp. 10.800

    Pensil = Rp. 2.350 ditaksir menadi Rp. 2.400 
    2 pensil = 2 x Rp. 2.400 = Rp. 4.800

    Penggaris = Rp. 1.750 ditaksir Rp. 1800 
    1 penggaris = 1 x Rp. 1.800 = Rp. 1.800

    Jadi Dini dan Ayahnya akan membayar ditaksir sejumlah Rp. 17.400

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter
function fiksioner() { // Put all of your scripts here //---- DELETE me and REPLACE with your code ----// } //]]>